UNIVERSITAS WINAYA MUKTI (UNWIM) .................................................................. UNWIM EKSIS DINAMIS BERKUALITAS .................................................................. POLA ILMIAH BINA IPTEKS BANGUN LINGKUNGAN

Indonesia Miliki Anggrek Unggulan Baru

 

 

Sumedang (PR) – Indonesia memiliki epitet unggulan baru bunga anggrek bernama Vanda Beloved Mama Atun, yang memperoleh registrasi internasional dari The Royal Hortucultural Society, Inggris. Anggrek tersebut merupakan karya Romiyadi yang merupakan dosen Fakultas Pertanian Universitas Winaya Mukti (Unwim), kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Sumedang.

Ditunjukkan Romiyadi yang disertai Dekan Fakultas Pertanian Unwim, Budiasih, di Tanjungsari, Senin (16/10/2017), anggrek Vanda Beloved Mama Atun merupakan hasil persilangan antara anggrek spesies asli Indonesia, khususnya Priangan vanda tricolor dengan spesies asal Jepang, vanda tokyo blue. Persilangan itu dilakukan Romiyadi sejak tahun 2010 dan membuahkan hasil pada Februari 2017dan langsung memperoleh sertifikat dari otoritas registrasi internasional Royal Horticultural Society untuk anggrek hibrida pada 8 September 2017 lalu.

Disebutkan Romiyadi, vanda tricolor memiliki kuntum bunga cukup besar, warna menarik (putih/kuning dengan totol cokelat), dan bunga sangat harum. Namun vanda tokyo blue kuntum bunga sangat besar, berwarna ungu kebiruan, serta tangkai tegak.

Romiyadi yang juga ketua Bidang Penelitian dan Pengembangan Perhimpunan Anggrek Indonesia mengatakan, selama ini anggrek tricolor dianggap murah, tetapi vanda tokyo blue memiliki kelas pasar yang bagus. “Dengan muncul epitet Vanda Beloved Mama Atun, Indonesia memiliki unggulan baru anggrek berkualitas dunia,” ujarnya.

 

BANGKITKAN PAMOR
——————————-
Salah satu latar belakang, katanya, yang dilakukannya itu adalah mencoba menyelamatkan populasi maupun membangkitkan kembali pamor anggrek Indonesia, khususnya asal Jawa Barat. Sumedang merupakan pusat habitat anggrek liar (100 spesies) dan sebagian dilindungi pemerintah karena hampir punah.

Populasi anggrek-anggrek liar di Sumedang, terutama berada di sekitar kawasan Gunung Ciceuri, Gunung Kareumbi, Gunung Cijambu dan sekitarnya. Khusus beberapa spesies anggrek yang hampir punah, pemerintah melarang diperjualbelikan, misalnya “Paphiopedilum javanicus”.

Dalam sertifikat registrasi dari The Royal Horticultural Society itu, tertulis “Vanda Beloved Mama Atun (tricolor x tokyo blue)”, was officially regestered by EP Hendra of Indonesia, originator name Romiyadi, dengan registrar Julian MH Shaw pada 8 September 2017.” Vanda tricolor sebagai seed parent, sedangkan tokyo blue sebagai pollent parent (Kodar Solihat).

 

Dimuat di Harian Pikiran Rakyat yang terbit pada hari Kamis, 19 Oktober 2017